Kisi Kisi Ujian Nasional TP 2012/2013

Posted: Rabu, 21 November 2012 by Unknown in
0

Ujian Nasional (UN) adalah salah satu bentuk penilaian pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh pemerintah dan diselenggarakan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Memasuki masa Ujian Nasional Tahun 2012/2013, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah menyiapkan Kisi-Kisi Ujian Nasional untuk jenjang pendidikan SD, SMP, SMA dan SMK Tahun Pelajaran 2012/2013, yang dituangkan dalam Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan No. 0019/P/BSNP/XI/2012.

Kisi-kisi Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2012/2013 ini disusun sebagai acuan dalam penyusunan soal Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2012/2013, dengan berdasar kepada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang tercantum dalam Permendiknas No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi.


Dengan diterbitkannya Kisi kisi ini, maka bagi guru dan siswa sebagai pedoman dalam menghadapi Ujian Nasional 2012/2013. Kita mulai dapat memprediksikan kemungkinan soal soal yang nanti akan keluar dalam ujian nasional tersebut. Oleh karena itu langkah kita yang realistik saat ini adalah belajar dan belajar. Kita kesampingkan ketergantungan kita pada siswa lain. Kita harus sepakat dengan himbauan pak Menteri, bahwa nilai kejujuran akan diutamakan dalam pelaksanaan Ujian Nasional TP 2012/2013.Langsung aja ke TKP, bagi bapak , ibu, saudara saudari, anak anak untuk mendownload di sini:

Selamat Belajar Semoga Suskses Selalu

Meneropong Ujian Nasional 2013

Posted: Minggu, 21 Oktober 2012 by Unknown in
0

Perjalanan kalender pendidikan akademik tahun 2012/2013 tanpa terasa sudah memasuki triwulan pertama. Dibeberapa sekolah telah melaksanakan Ulangan Tengah Semester sebagai  bentuk tolok ukur pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Terkhusus buat anak anak kelas XII moment ini setidaknya memberikan warning tetang kesiapan menghadapi Ujian Nasional 2013. Memang secara sepintas ujian nasional 2013 masih 6 sampai 7 bulan kedepan, akan tetapi jika kita perhitungkan waktu efektif pembelajaran , praktis hanya tersisa kurang lebih 5 bulan. Ini bukan waktu yang lama, akan tetapi sangatlah singkat dalam mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan materi ujian nasional.

Dalam pelaksanaan Ujian Nasional 2013 ini , Pemerintah (Kemdikbud) berjanji meningkatkan kualitas penyelenggaraan ujian nasional untuk memperoleh hasil yang lebih baik. Tahun 2013, variasi soal UN akan ditingkatkan untuk lebih memperkecil kemungkinan aksi contek. Keinginan Mendikbud  tersebut tidak bermaksud menyulitkan siswa tetapi semata-mata untuk membuat UN lebih baik lagi, baik secara kuantitas maupun kualitas.
Sementara itu Moehammad Amman Wirakartakusumah, Ketua Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BNSP), mengatakan mutu pendidikan dari tahun ke tahun harus lebih baik. Beliau menyampaikan bahwa komposisi soal UN tahun ini 10% kategori soal sulit, 60% kategori sedang dan 30% soal kategori mudah. Untuk UN 2013 bisa saja kategori sulit menjadi 15%.
Peningkatan kualitas soal meningkat bertujuan untuk menaikkan nilai tukar prestasi siswa. Apalagi nanti hasil UN akan menjadi paspor ke perguruan tinggi,” ujarnya dalam Jumpa Pers UN yang dihadiri Ibnu Hamad, Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH), Haryono Umar, Irjen Kemendikbud dan Khairil Anwar, Ketua Balitbang Kemendikbud.

Pemerintah (Kemdikbud) akan menggunakan 20 paket soal dalam pelaksanaan ujian nasional (UN) tahun 2013. Penggunaan 20 paket soal itu bertujuan untuk menjaga dan meningkatkan kredibilitas hasil UN. Dengan bertambah banyaknya jenis soal dalam UN, potensi tindak kecurangan akan semakin sempit. Pasalnya, masing-masing siswa akan mengerjakan soal berbeda karena umumnya setiap ruang ujian diisi oleh 20 peserta ujian.
Setelah memastikan 20 paket soal untuk UN tahun depan, belakangan Kemendikbud menggagas UN tanpa pengawas ruang ujian. Mendikbud Mohammad Nuh mengatakan, ketatnya penjagaan dan pengawasan pelaksanaan UN selama ini terjadi karena adanya stigma negatif. Padahal menurutnya, stigma yang melekat dapat terlepas jika UN berlangsung dengan semangat kejujuran.
"Selama ini selalu dikatakan banyak kecurangan dalam pelaksanaan UN, makanya harus kita buktikan dengan UN jujur. Tak perlu pengawas ruangan, kita awasi dari jauh," kata dia.
Mantan rektor ITS itu mengatakan, Kemendikbud sekarang menantang seluruh bupati atau wali kota untuk mendeklarasikan UN jujur dan siap tanpa pengawasan.
"Kalau ada kepala daerah atau kepala sekolah ragu ikut deklarasi, jangan-jangan ada apa-apa. Wong diajak jujur kok ragu," ungkapnya.
Kemendikbud telah siap dengan variasi soal yang akan diberikan pada UN. Rencananya, mulai bulan depan masyarakat sudah bisa mendapatkan kisi-kisi soal UN 2013. Kisi-kisi ini sekaligus menjadi dasar tim pembuat soal memproduksi bank soal.
Sebagai tambahan, pada pelaksanaan UN 2013 Kemendikbud akan melakukan terobosan apik dengan menyematkan kode-kode tertentu di setiap soal. Kode-kode tersebut merupakan petunjuk di mana soal itu dicetak, sehingga dapat mudah ditelusuri apabila kedapatan ada soal yang bocor.

Menjumlah dua vektor atau lebih menggunakan analisis vektor

Posted: Kamis, 20 September 2012 by Unknown in
2

Sudah lama tidak mencoba menulis dalam coretan coretan ku ini, sehubungan dengan jadwal yang begitu padat sehingga banyak menyita waktu,...ah somboong.....
Maklum pejabat...he..he...he...sombong lagi,....
Memang semua itu membuat saya semakin termotivasi untuk semakin bersemangat menyambut hari hari kedepan, namun lebih dari itu semua ,...coretan coretan ku yang tidak begitu penting ini dapat bermanfaat dan memberikan sesuatu yang lain bagi para pembaca yang berkenan mampir adalah sesuatu yang tiada dapat saya gambarkan kepuasan yang saya dapat,... Karena sesuatu itu,...lhoo,...kok jadi lagunya Syahrini,...ya,...
Ok kita coba belajar bersama, bagaimana menentukan jumlah dua vektor atau lebih yang berada pada bidang XY dengan menggunakan bantuan analisis vektor...Karena dari beberapa sahabat yang mampir dalam coretan coretan saya ini, banyak yang menanyakan tentang hal itu, walaupun saya yakin seyakinnya bapak ibu guru fisika telah menyampaikan hal tersebut dalam jam tatap muka, dan banyak sekali referensi yang membahas hal itu.
Tapi akan saya coba menjelaskan dengan bahasa saya yang kelihatan agak agak gimana gitu,..kalau pinjam istilah mas Tukhul Arwana,...rada rada "katrok gitu"....he,,..he,,,he...
Kemampuan awal yang harus dimiliki adalah penguaraian sebuah vektor seperti pada penjelasan terdahulu.


  • Sebuah vektor A membentuk sudut tertentu terhadap sumbu X+ maka vektor A tersebut akan memiliki dua komponen vektor yaitu Ax dan Ay.
  • Dari sini, menjadi dasar untuk penguaraian vektor vektor membentuk sudut tertentu terhadap sumbu X+ dan berada pada bidang XY.
  • Kita hatus membuat satu vektor tersebut kedalam dua vektor yang segaris dengan sumbu X dan Sumbu Y
  • Beberapa vektor yang berada dalam sumbu X dan sumbu Y selanjutnya kita jumlahkan.
Lebih afdol kita praktekan pada kasus di bawah ini,...( seperti penyidik KPK aja,...ada kasus,..)
Perhatikan gambar di bawah  ini :
Tiga buah vektor gaya berada di bidang XY, kita perlu jeli, di awal acuan besar sudut adalah dihitung dari sumbu X+, di dalam gambar terdapat sudut yang dibentuk oleh F3 dihitung dari sumbu X - (X negatif), hal ini jangan membuat anda risau dan gelisah tambah kebingungan, justru itu sudah membantu kita bahwa besar nilai dari gaya tersebut nanti akan berharga negatif, dapat dipastikan untuk komponen F2 di sumbu X akan bernilai negatif.
Langkah 1 : Kita uraikan ketiga vektor dalam sumbu Y dan X sehingga didapat :
F1X, F2X dan F3X untuk sumbu X dan
F1Y, F2Y dan F3Y untuk sumbu Y.
Langkah 2 : kita jumlah vektor vektor yang berada/segaris dengan sumbu X dan Y
Sehingga didapat :
Sumbu X = 
FX = 10 cos 37 + 25 cos 240 + (-15 cos 53)

FX = 10. 0,8 + 25. 0 - 15. 0,6

FX = 8 + 0 - 9

FX = - 1 N  ( Tanda - menunjukkan bahwa untuk sumbu X, gaya yang dominan adalah yang mempunyai arah kekiri, jadi tidak usah terkejut dan pingsan....he..he..he...monster kali...)

Sumbu Y:

FY = 10 sin 37 + 25 sin 240 + 15 sin 53,...
lho..kok F3 pada arah Y tidak bernilai negatif????,..ada yang tahu ....????
Tambah nilai lho.....????

FY = 10. 0,6 + 25 (-1) + 15. 0,8

FY = 6 - 25 + 12

FY =  - 7 N

Langkah 3 :

Gaya gaya yang berada pada sumbu X dan Y tersebut akhirnya terkumpul dalam satu gaya pada sumbu X dan satu gaya pada sumbu Y yang saling tegak lulus.
Maka berikutnya untuk mendapatkan harga resultannya kita tentukan dengan persamaan :
Terlebih dahulu perhatikan gambarnya ya,...:

Untuk menentukan resultan(sisi miring pada gambar di atas) dapat kita cari dengan meminjam teorema Pytagoras;


Jadinya : 
 Itu sekedar gambaran mengenai cara mencari resultan dengan menggunakan analisis vektor secara sederhana dari saya,...
Sebetulnya ada cara lain yang lebih cepat dalam menyelesaikan masalah ini,..tapi besok Insya Allah saya sambung kembali,....
Sorry ,....ditinggal dulu untuk tugas yang lain,..he..he..he..




REMIDI FISIKA SEMESTER 2